Dalam paparannya, Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I. menegaskan bahwa moderasi beragama adalah sikap tengah yang tidak memihak pada ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. “Moderasi beragama merupakan kunci untuk menjaga harmoni dalam masyarakat yang beragam. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. H. Mohamad Yahya, S.Th.I, M.Hum. menambahkan bahwa moderasi beragama perlu diterjemahkan ke dalam praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Moderasi bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan melalui sikap adil, toleran, dan menghargai perbedaan. Peran akademisi sangat penting untuk menyebarkan nilai ini,” ungkapnya.
Pelatihan ditutup dengan refleksi bersama dan penegasan komitmen seluruh peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.