Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menggali sejarah lokal.
“Upaya akademis seperti ini sangat penting untuk mendokumentasikan warisan sejarah daerah. Karya ilmiah mahasiswa dapat memperkaya koleksi literatur lokal dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan dan budaya,” ungkapnya.
Presentasi ini mendapat perhatian dari peserta yang hadir, termasuk akademisi dan praktisi sejarah lokal. Diskusi yang berkembang menyoroti relevansi nilai-nilai perjuangan Pangeran Sambong dengan konteks sosial masyarakat modern.
Mahasiswa peneliti, Muhammad Khoiru Royyan, menyampaikan bahwa penulisan karya ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap daerah.
“Sejarah Sambong bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cermin perjuangan dan identitas masyarakat Batang. Saya berharap karya ini bisa mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya,” ujarnya.
Melalui kesempatan ini, mahasiswa berharap karya tulisnya dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian sejarah daerah, sekaligus menjadi rujukan akademik yang memperkuat identitas budaya masyarakat Batang.